Wednesday, March 2, 2011

A question in my mind

Is it ok to be in loved with your students or maybe I can make it more romantic if the student and teacher is in love together? Is there any law in the teacher’s rules say that teacher and students should not fall in love or to be in love? For me there are no problems as long as the teacher does not mix his personal things with his career. But usually as a human being it is impossible to make it separate between your personal life and your profession. Are there any reality cases that involve teacher and students? But in these days I think there are a lot of these cases but still remain silent and unknown to the society. It is maybe rarely happen in the school between teachers and students but I think there are a lot of these situations happen in universities or college. I think there are several cases happen very close to me. My friends, seniors, cousin someone who is just around me some ended with a happy ending and some ended with a sad ending. But the question now, it is ethical to be in love with your own students or teachers? I think I need to revise the rules and regulation or the ethical guideline for the teachers if there is any. I don’t even know if it there. Maybe can ask my mother if she has one. People might think why do I need to raise this question, it is just that I had been watching some movies or reading some stories that show the love between teachers and students lately, so this kind of question come out from my mind.

But for me as a future teacher to be with Allah’s permission, I think I should really avoid this. It may ruin the reputation and the relationship with the students. Teacher can be bias towards the students. Even if she or he says that he can be a very professional one but we just as a human being cannot escape from being indulge with the emotional matters. The fact that if the female teacher fall in love with her students, is not very suitable because obviously the student is younger that the teacher. They are not mature enough to deal with the matter of feeling although this is the stage where they will start to find someone from the opposite sex as their so call friend. And for me I think that as a teacher we should not encourage them to have that kind of relationship so early, because they have like thousands of other things to do. They can also find more people when they go to universities and working area. The most important think Islam prohibit coupling. Obviously if teacher fall in love with the students they cannot get married as soon as possible because the students might have a long journey of life before thinking about marriage. Whatever decision or opinion you might have, it’s all depending on you. Everyone have their own stand but for me I will try to restraint myself from being like that, because my work is to educate my students and them useful to the country and religion.

Friday, February 11, 2011

Rindu waktu dulu.

Pernah terfikir sewaktu kecil dulu, masih samar dalam ingatan ini bahawa aku ingin cepat dewasa kerana menjadi dewasa itu membuatkan aku bebas melakukan apa saja yang aku inginkan. Namun ternyata telahan hati seorang anak kecil itu amat salah. Kerana hanya apa yang aku pernah fikirkan dulu langsung tidak sama dengan reality yang kini aku lalui. Aku tersenyum sendiri membayangkan andai apa yang pernah aku inginkan itu tercapai dan pastinya aku bahagia. Namun apa yang terjadi bukanlah segalanya indah. Menjadi dewasa itu banyak cabaranya. Sesungguhnya aku merasa fikiran dan bayangan sewaktu kecil itu hanyalah sebuah bayangan indah yang serba positif dan andai kata kita dapat menjadi sepositif itu apabila dewasa nescaya kita akan bahagia dengan apa jua yang kita lalui. Namun seiring dengan perubahan usia kita semakin berfikiran negatif jadinya dunia ini menjadi semakin tidak indah. The grass always looks greener outside but it is actually only because of the illusion and we think that other are always better then ourselves. Menjadi manusia kita kena sentiasa bersyukur apabila kita fikirkan tentang RAHMAT kurniaanNYA, tapi kalau kita belajar kita kena selalu bandingkan diri dengan orang yang lebih pandai dari kita sebab dapat elakkan kita dari takbur. Kesimpulannya kadang-kadang kita kena toleh ke belakang dan ada waktu kita kena pandang ke depan. Jadi waktu zaman kanak-kanak kita tak akan pernah tengok ke belakang sebab bagi kita there are no reason to look back at things that already happened. Tapi sekarang bila kita rasa hidup terasa susah nak di tempuh kita selalu toleh ke belakang dan tersenyum dengan segala kenangan yang pernah buat kita nangis dan ketawa. Tapi walau macam mana pun kita cuba kenang segala peristiwa pahit manis yang kita lalui kita tetap juga terpaksa lalui reality yang ada depan mata. Dan ada hanya sebuah angan-angan untuk kembali gembira macam zaman kanak-kanak, tapi kita kena belajar bersyukur sebab masih ada peluang untuk cipta banyak kenangan baru yang indah dan juga bersabar dengan apa yang kita hadapi sebab setiap kesabaran hamba Allah itu ada balasannya. Kita perlu positifkan fikirankan kita dan terus melangkah ke hadapan walau apa jua rintangan yang kita hadapi kerana setiap rintangan dan cabaran datang bersama sebuah pengalaman yang tak ternilai harganya.

Tuesday, January 18, 2011

Week; full of stress.

This only the beginning of the week but I have already which that this week will end quickly. I am already exhausted with all the presentations and class. I don’t know what to do to reduce it but I tend cry if this things happen but for this week I don’t know the reason but I don’t cry at all. Maybe it is just something that I’ve already immune with it. In fact I know this will be the restless semester for the whole 3 years I have been studying here. With 3 presentations in a week and some works that need to be give some attention I feel that I don’t have enough time to spend. Sometimes I hope that I have more than 24 hours. Sometimes I feel that I need a very long brake so that I can regain back all my spirit and energy to start with new and fresh starting point. I want to go to a place which people will give the best hospitality ever. I will never feel stress and will be happy staying there. I hope that there will be a place that when I stay there I will feel that I am very relax and have the enough rest. But I know this is all just a dream of mine, because I can never run from this chaos of my life and I will always be chasing with the due dates and works. I don’t even have time to enjoy my hobbies. I have lost my interest in reading and writing the poems it make me sad because I really like it and of course it actually help me to reduce the stress and relief all the things that I cannot express with other ways. Cannot wait for the holiday even though still have something to do during the holiday but perhaps it is worth it because I’ll be having a very long holiday after this? I hope so.

Sunday, January 9, 2011

Lagu yang aku suka layan SEKARANG....

Lagu ni sebenarnya dah lama pun popular tapi tiba-tiba aku terasa suka dekat lagu ni. Mungkin mengingatkan aku pada sesuatau maka kalau aku tak dengar lagu ni walau sehari rasa tak lengkap pula hidup (berhantu pula lagu ni kat aku). Mungkin bila kau dengar lagu ni ada kena mengena sikit dengan life aku so aku jadi suka. Maybe some kind of inspiration kot. Know that I need to be strong and deal with what so ever happen around me ( bukan kisah cinta saja ni yang ada kaitan dengan lagu ni) . Realize that I need to be having strong determination in doing or making a decision. Do not easily shake by any people. Maknanya aku kena teguh dan sangat kuat dengan setipa pendirian yang kau dah buat tak akan langgar janji dan pendirian tu. Maybe some may say that I am a stubborn girl but if you think your deed is right and will not make you suffer just go on with it and also need to be ready to face all the consequence. That is the thing that I am trying to do right now. To be who I am and try to be the best. Back to the lagu, sesungguhnya inilah apa yang aku rasa buat masa sekarang, walaupun ada sesetengah benda yang berlaku for fews years back, but I just cannot forget it and still regret it. So kat bawah ni, lirik lagu Dayang Nur Faizah- Hakikat Cinta. Credit to http://www.liriklagu.com/liriklagu_ad/DayaNur_HakikatCin.html

Hakikat Cinta

Usah di kesal yang berlaku
Saat ku lafaz kata pemutus
Tiada gunanya segala alasan
Takkan ku berundur walau seketika

Tak perlu merayu pada hati ini
Tak perlu lagi aku menangisi
Takdir menentukan kitakan berpisah
Terimalah hakikat cinta kita

( korus )
Pedihnya semalam masih ku terasa
Luka yang berdarah mengalir kesakitan
Hati yang kecewa menangis sedih
Di hiris pilu
Jiwa meronta hiba
Tak bisa putuskan kemahuan hati
Yang menyeksakan diri
Namun kekuatan yang masih tersimpan
Terlepaslah daku dari derita

Usah disebut kisah yang lalu
Tertutup sudah pintu hatiku
Cukuplah bagi ku Tuhan Maha Esa
Hanyalah dia penawarku

( ulang korus hingga akhir )


Tuesday, January 4, 2011

Aku merindui kamu …

Semalam aku menangis terbayangkan saat kita bersama berjalan menuju ke kelas sambil berpimpinan tangan. Pagi itu, dingin menyamankan kita yang sedang bersenda bersama menghabiskan perjalanan yang hanya memakan masa lebih kurang 5 minit. Aku terbayang senyuman dan tawamu saat kita bersama melayari sebuah persahabatan. Setibanya di kelas, kita memilih tempat pastinya engkau ada di sebelah tempat dudukku kerana kita tak mungkin dipisahkan. Aku merasakan ada keserasian antara kita. Kita masih lagi berbicara dan ketawa bersama hingga pensyarah masuk dan kita sama-sama mula memberi perhatian kepada pelajaran. Kadang-kadang mata ini terlalu berat untuk bertahan dengan segala ilmu yang disogok buat kita. Saat aku terasa tak mampu bertahan dengan apa yang diajarkan kau akan berada disisi member kata-kata peransang. Kadang-kadang kita terlalu letih dan mengantuk maka hari itu terasa pelajaran pun tak bermakna, terkadang aku sengaja mengganggu tumpuanmu kerana aku sudah tidak dapat bertahan dengan rasa kantuk yang teramat. Aku ada rahsia yang tersimpan hanya padamu aku berbicara tentang dia. Dan kadangkala saat si dia melintas di hadapan kelas kita maka tumpuan bukan lagi pada pensyarah kita yang sedang berusaha gigih memberi ilmu tapi pada si dia yang aku sendiri tidak tahu namanya.

Sehabisnya kelas pagi kita akan singgah di kedai sama ada membeli roti atau bihun goreng sebagai pengalas perut sebelum makan tengahhari kerana masih ada kelas yang menanti. Berdua kita duduk di lobi Mahallah Khadijah itu. Makan dan minum dengan waktu yang bersisa sejam sebelum kelas seterusnya. Kita terus berbicara tanpa sedar apa yang akan terjadi di masa hadapan. Sekali lagi kita melangkah menuju ke kelas (science building, smawb, blog E) menyambung perjuangan yang bersisa untuk hari itu. Aku merindui itu. Saat terasa susah menyelesaikan kerja yang ditugaskan pensyarah kita duduk bersama menyelesaikan apa yang patut kadang kita terlalu malas dan mengambil jalan mudah. Meminta simpati sahabat-sahabat yang lain. Dan kerja kita pun selesai. Indahnya kenangan itu.

Sampai satu masa aku sudah tidak mampu lagi meneruskan perjuangan itu, maka kau juga yang membantu diri ini menyelesaikan segala urusan. Sungguh aku terhutang budi pada dirimu. Dan bermula saat itu, jalan hidup kita berbeza. Kita tak mampu lagi untuk berjalan bersama ke kelas. Kita juga sudah tidak sempat untuk duduk sekali berbicara dari hati ke hati. Namun di sudut hati ini aku teramat ingin mengulangi apa yang telah tertinggal di belakang kita. Dan pengakhirannya kita makin jauh. Aku di Nilai kau masih lagi di Petaling Jaya.

Kini aku merindui apa yang pernah kita lalui bersama. Mengharungi hidup yang kadang kala mencabar membuatkan hati ini meronta-ronta ingin berbicara, bersua dan bersama denganmu mengharungi setiap perjalanan hidup ini. Namun jalan takdir kita berbeza kau kini di Kuantan dan aku di Gombak. Namun aku ingin kau tahu sejauh mana jua kita terpisah aku tak akan mungkin melupakan apa yang pernah kita lalui bersama. Segala pahit manis itu masih lagi kuat terpatri di hati ini kerana bagiku kau sahabat sejati. Sahabat semoga ukhwah ini akan terus terjalin tersimpul mati. Sebanyak mana jua kenangan yang terbina di sini, memori kita bersama tak akan pernah lekang dari hati ini. Sungguh aku amat merindui kamu.